Je me souviens

Sabtu, 29 Agustus 2015

Bunga lebah

Lebah, ku mohon jangan terburu-buru mengagumi indah kelopak bungaku, mungkin dari pandangan mata saja tidak cukup untuk memastikan pengelihatanmu, aku takut kau akan kecewa. Coba amati aku, pastikan semuanya benar dan bermanfaat. Saat kau yakin, barulah ambil maduku, aku pasti rela memberikannya untuk kaummu.

Lebah, aku pasti merindu saat-saat kau memandangiku. Kembalilah, ketika kau tak lagi menjadi lebah pekerja. Tentu saja aku disini juga akan melukiskan warna cat yg indah juga produksi madu yg berkualitas untuk kau bagikan pada anak-anakmu.

Bahagiaku saat berharga bagi kaummu

Kamis, 27 Agustus 2015

Mengenalmu

Tepatnya 21 hari yang lalu, aku kamu memulai percakapan ini. Berawal dari hanya saling melihat, mengetahui tanpa mengenal, dan kini kita bicara.
Pesan singkat tiap pagi siang malam dirasa sudah menjadi syarat. Dan jika tak terpenuhi menimbulkan kegelisahan. Entahlah, kegelisahan yang gila. Gila tanpa sebab.

Meskipun tak ada ikatan yang jelas, kita saling mengkhawatirkan satu sama lain (kurasa). Namun, percayalah dibalik pertanyaanmu yang sedikit over, aku merasa nyaman.

Aku mengagumi caramu menikmati hidup, walaupun yah kita belum saling bicara secara langsung. Aku ingin mengenalmu, mengenal karaktermu lebih dalam. Tidak terburu-buru, hanya saja aku ingin kita begini, selalu disini.

Minggu, 23 Agustus 2015

Yang tak kan Terbalas

Je me souviens ...

Aku mengenalmu, lewat goresan pena dan sudut pandang pengambilan semua gambarmu
Aku mengenalmu, disetiap tarikan nafas yang ada dalam langkahmu
Aku mengenal jelas dirimu, dari rindu yang kau selipkan disetiap gerakmu.

Aku membayangkan bagaimana jika tidak pernah mengenalmu,
bagaimana jadinya aku ?
kemana kaki-kaki ku akan melangkah ?
kapan aku akan bahagia ?

Semua bagai rute dalam kuantum yang tak berkesudahan.
Tuhan, terima kasih atas kasih-Mu yang tak kan berbalas, syukurku akan senantiasa bersenandung di titik dini hari.