Manusia,
Tempatnya salah, tempatnya lalai, dan khilaf.
Manusia,
Berambisi, karenanya lah manusia memiliki nafsu. Manusia punya tujuan diri masing-masing ketika dilahirkan di dunia.
Manusia,
Dirancang sedemikian rupa oleh Tuhan untuk bertahan. Bayangkan saja, berbagai regulasi hormon pengatur dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Setelah subuh, hormon kortisol mulai naik, menandai tubuh manusia to take "fight or flight". Regulasi makan dan puasa pun diatur, bahkan untuk mempersiapkan tubuh dalam kondisi puasa dan terlelap.
Sungguh luar biasa.
Terlalu munafik jika manusia tidak memanfaatkan seluruh waktu dan tenaga menelusuri jejak kebaikan. Masalah merupakan bagian kecil dari kehidupan untuk menguji seberapa besar kesiapan rancangan Tuhan ini. Rasanya tidak ada rancangan lain di dunia se sempurna, manusia.
Ketika masalah dan solusi direncanakan, sayangnya rencana akan jd sebuah rencana jika tanpa restu gusti.
Selasa, 28 November 2017
Berencana
Jumat, 24 November 2017
Menulis
Menulis...
Menulis adalah suatu kegiatan invasive tapi terapeutik.
Tak menulis, kau hilang.
Tak menulis, kau tak akan dikenang.
Tak menulis, kau tak memberi goresan pada kehidupan selanjutnya.
Menulis turut memberi andil referensi untuk bertindak tanduk kedepan.
Aku sendiri sudah lama tak menulis,
Dan malam ini kehilangan pasien tiba2 dalam SVT aku belum siap. Satu-satunya jalan terapi bagiku adalah menulis.
Kamis, 31 Agustus 2017
Kesuksesan
Apa arti kesuksesan?
Banyak definisi sukses menurut sebagian besar orang, mapan dalam arti pekerjaan tetap kah? Jadi PNS kah? Atau pegawai BUMN? Gaji bulanan ditambah tunjangan remonisasi? Atau memiliki pencapaian atas cita-cita kah? Atau justru kesuksesan dikaitkan dengan kebahagiaan dan ketenangan hati?
Beragam memang dan itu bukan sesuatu yang salah. Setiap orang berhak mendefinisikan kesuksesannya masing - masing.
Banyak definisi sukses menurut sebagian besar orang, mapan dalam arti pekerjaan tetap kah? Jadi PNS kah? Atau pegawai BUMN? Gaji bulanan ditambah tunjangan remonisasi? Atau memiliki pencapaian atas cita-cita kah? Atau justru kesuksesan dikaitkan dengan kebahagiaan dan ketenangan hati?
Beragam memang dan itu bukan sesuatu yang salah. Setiap orang berhak mendefinisikan kesuksesannya masing - masing.
Sering sekali melihat sosok inspiratif menjadikan saya belajar mengenai arti sederhana kesuksesan yang pasti tidaklah mudah, tidaklah sesederhana pemikiran, terkadang hanya melihat hasil dari pencapaian seseorang, namun jauh dibalik itu semua pasti ada jalan berliku, kesusahan, tangis, peluh, doa, caci maki, diremehkan, dan doa orang - orang yg dicintai.
Ada sosok Erik Soekamti, vocalist dari band bergenre rock. Masa lalu nya sebagai siswa salah satu sekolah kejuruan musik tidak tamat. Kecintaan Erik dalam hal bermusik menjadikannya musisi didalam band besar Endank Soekamti, selama 16 tahun berkiprah di dunia hiburan menjadikan ia sadar banyak sekali orang - orang dibelakangnya. Berlatar belakang pendidikan dan orang banyak di sekeliling nya, Erik tergugah membuat terobosan. DOES UNIVERSITY atau Diary of Erix Soekamti adalah sebuah program di kanal Youtube mengenai keseharian, kegiatan, dan pemikiran Erix Soekamti.
Mempunyai fan based yang besar, membuat lelaki yang satu ini memutar otak bagaimana caranya dapat mewujudkan mimpi anak-anak muda berbakat diluar sana melalui sekolah animasi gratis.
“Sekolah yang ngajarin (apa) yang kamu suka, Yang kamu suka (kemudian) menjadi sebuah profesi,” ujar Erix dalam salah satu diarinya.
“Target (DOES University) dalam waktu 4 bulan belajar, dia (peserta didik) harus menjadi professional dan punya karya. Lalu bulan kelima harus sudah mulai bekerja,” tambah Erix.
Tak hanya bertujuan mulia, menurut Erix, DOES University merupakan ‘dendam pribadi’ yang ingin ia lakukan.
“Dulu waktu SMA aku ambil Sekolah Kejuruan Musik karena dulu suka sekali bass. Saat dites, disarankan guru lain untuk serius di alat musik lain. Guru itu lupa menanyakan aku suka atau gak,” ungkap Erix.
“Jadinya aku seperti menipu diri sendiri. Belajar dua tahun tanpa alat musik yang tidak disuka jadinya mentok. Akhirnya aku berhenti sekolah. Bukan berontak terhadap sekolah, tapi aku ingin tekuni bakatku,” tambah Erix.
Ia percaya bahwa apa yang diperjuangkannya untuk menjadi seorang bassis itu tidak salah, karena sampai sekarang Erix hidup dari profesinya sebagai bassis di Endank Soekamti.
Oleh karena itu, ia bercita-cita ingin punya sekolah yang siswanya bebas belajar apa saja yang mereka inginkan.
Komunitas menjadi modal dasar bagi DOES University untuk berjalan. Menurut Erix, jika tidak ada Kamtis Family, ia mungkin akan kebingungan untuk menjual produk kreatif DOES University.
Sosok inspiratif lainnya Pak Dimin, seorang atlet bla bla yang kini menjadi pelatih renang kaum difabel. Melatih renang untuk orang-orang berkebutuhan khusus adalah bentuk pengabdian pada sesama dan negara. Melalui olahraga ini, kaum difabel yang tadinya hidup terpinggirkan dapat memperoleh penghargaan, bahkan mengukir prestasi di berbagai kejuaraan dunia.
Bagi Dimin BA (73), melatih renang untuk orang-orang berkebutuhan khusus adalah bentuk pengabdian pada sesama dan negara. Melalui olahraga ini, kaum difabel yang tadinya hidup terpinggirkan dapat memperoleh penghargaan, bahkan mengukir prestasi di berbagai kejuaraan dunia.
Dimin adalah pelatih renang di kolam Tirtomoyo, Jebres, Solo. Sejak 2004, Komite Paralimpik Nasional (NPC) menunjuk dia sebagai pelatih renang atlet dengan kebutuhan khusus. "Rasanya bahagia membantu orang lain sukses," ujar Dimin seusai menerima penghargaan dan bonus dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Jakarta, awal Juni lalu.
Dimin sukses membawa para perenang Indonesia mengumpulkan 17 medali emas, 17 perak, dan 16 perunggu pada kegiatan multicabang ASEAN Para Games Singapura 2015.
Setahun sebelumnya, juga di bawah bimbingan Dimin, renang bahkan menjadi lumbung prestasi tim "Merah Putih" dengan menyabet 36 emas, 16 perak, dan 12 perunggu. Saat itu Indonesia menjadi juara umum ASEAN Para Games Naypyidaw 2014.
Melihat dan mendengar berbagai hal yang mereka lakukan membuat hati bergetar, selama 22 hampir 23 tahun ini apa yg sudah saya lakukan, apa yg sudah saya perjuangkan, untuk siapa, diri sendirikah atau untuk kemaslahatan banyak orang kah. Saya malu. Rasanya gelar berderet tapi belum bisa banyak bermanfaat.
Merinding bukan dengar kisah - kisah luar biasa sosok inspiratif ini? Dosen saya, dr Agus Ali Fauzi spesialis paliatif selalu mengatakan kejarlah kebahagiaan nuranimu, tolonglah sesamamu, belajarlah dari mereka, maka materi akan mengikuti dan kebahagiaan hatimu akan kekal.
Jadi, sukses menurut pemahamanku kembali pada tujuan hidup yaitu حَبْلٌ مِّنَ اللهِ (hablum minallah) dan حَبْلٌمِّنَالنَّاسِ (hablum minannas), beribadah kepada Allah dan Rasul, serta bermanfaat untuk orang lain. Lalu apa sukses menurut definisi mu?
Merinding bukan dengar kisah - kisah luar biasa sosok inspiratif ini? Dosen saya, dr Agus Ali Fauzi spesialis paliatif selalu mengatakan kejarlah kebahagiaan nuranimu, tolonglah sesamamu, belajarlah dari mereka, maka materi akan mengikuti dan kebahagiaan hatimu akan kekal.
Jadi, sukses menurut pemahamanku kembali pada tujuan hidup yaitu حَبْلٌ مِّنَ اللهِ (hablum minallah) dan حَبْلٌمِّنَالنَّاسِ (hablum minannas), beribadah kepada Allah dan Rasul, serta bermanfaat untuk orang lain. Lalu apa sukses menurut definisi mu?
Rabu, 30 Agustus 2017
Lika liku Sarjana Kedokteran
Rasanya sudah lama sekali tak bersua dengan alam bawah sadar dan kemampuan mengingat, melalui sebuah tulisan sebenarnya sebuah terapi untuk menjernihkan kuota otak yg overload, juga sebagai marketing branding untuk diri se diri atas pencapaian hidup.
Perjalanan,
Setiap manusia memiliki jalan ceritanya masing-masing.
Tuhan menitipkan insan pada rahim seorang ibu dan ayah tuk dibina dan diasuh serta dikasihi sampai pada waktunya individu lepas dari induk semangnya.
Hampir satu bulan ini aku tidak hadir di operasi hysterectomy mama, untuk suatu kesibukan selama dua minggu.
Hanya sempat pulang selama dua hari untuk persiapan keberangkatan korea,
Setelah dari sana full tersita waktu untuk mengejar yudisium.
Setiap manusia memiliki jalan ceritanya masing-masing.
Tuhan menitipkan insan pada rahim seorang ibu dan ayah tuk dibina dan diasuh serta dikasihi sampai pada waktunya individu lepas dari induk semangnya.
Hampir satu bulan ini aku tidak hadir di operasi hysterectomy mama, untuk suatu kesibukan selama dua minggu.
Hanya sempat pulang selama dua hari untuk persiapan keberangkatan korea,
Setelah dari sana full tersita waktu untuk mengejar yudisium.
Ah yaa aku menuntut ilmu disebuah Universitas negeri di Surabaya, ku kira aku orang yg beruntung bisa mengenyam pendidikan disana sebagai seorang calon dokter, karena aku bukanlah seseorang superior sewaktu Sma. Biasa saja, seperti kehidupan normal lainnya, hanya kesibukan hobby seperti voli disamping sekolah formal.
Setiap orang normalnya memiliki mimpi dan untuk itu aku mempersiapkan ya sedari duduk di bangku kelas 11. Mulai dari perlakuan gigi, kulit, sampai aktifitas fisik berat di sasana gym.
Pada titik itu aku seperti tidak punya hari, jadwal sekolah jam 7 am - 3 pm, pulang persiapan, pukul 5 pm - 6.15 gym, pulang, persiapan les 7 pm - 9 pm. Semua kujalani untuk persiapan ujian nasional dan demi pendaftaran akademi kepolisian.
Entah apa yg membawa takdir sampai diterima di dunia medis, tapi akhirnya ini kujalani selama 4 tahun dengan segala lika liku, pernah mengalami kegagalan, ujian mata kuliah yg sama sampai 9x, hutang waktu tidur, sampai tidak terhitung lagi tangis yg sudah di tuangkan.
Hari ini aku dikukuhkan sebagai dokter muda untuk melayani masyarakat, jalan itu pun tak mudah.
Kawan, hidup ini diluar ekspektasimu, pesan moral yg sampai detik ini tertancap di kepalaku mengatakan serapi - rapi nya kau mempersiapkan dirimu, tetap saja semua atas doa orang tua dan ridho Allah.
Sebaik - baiknya ku mempersiapkan diri untuk melayani masyarakat di bidang hukum, ternyata aku ditempatkan pada posisi yang tidak jauh dari tujuan utamaku. Sebaik - baiknya aku mempersiapkan diri untuk yudisium ternyata ada saja yg tidak pas sehingga harus ikut yudisium susulan.
Setiap orang normalnya memiliki mimpi dan untuk itu aku mempersiapkan ya sedari duduk di bangku kelas 11. Mulai dari perlakuan gigi, kulit, sampai aktifitas fisik berat di sasana gym.
Pada titik itu aku seperti tidak punya hari, jadwal sekolah jam 7 am - 3 pm, pulang persiapan, pukul 5 pm - 6.15 gym, pulang, persiapan les 7 pm - 9 pm. Semua kujalani untuk persiapan ujian nasional dan demi pendaftaran akademi kepolisian.
Entah apa yg membawa takdir sampai diterima di dunia medis, tapi akhirnya ini kujalani selama 4 tahun dengan segala lika liku, pernah mengalami kegagalan, ujian mata kuliah yg sama sampai 9x, hutang waktu tidur, sampai tidak terhitung lagi tangis yg sudah di tuangkan.
Hari ini aku dikukuhkan sebagai dokter muda untuk melayani masyarakat, jalan itu pun tak mudah.
Kawan, hidup ini diluar ekspektasimu, pesan moral yg sampai detik ini tertancap di kepalaku mengatakan serapi - rapi nya kau mempersiapkan dirimu, tetap saja semua atas doa orang tua dan ridho Allah.
Sebaik - baiknya ku mempersiapkan diri untuk melayani masyarakat di bidang hukum, ternyata aku ditempatkan pada posisi yang tidak jauh dari tujuan utamaku. Sebaik - baiknya aku mempersiapkan diri untuk yudisium ternyata ada saja yg tidak pas sehingga harus ikut yudisium susulan.
Maka, bagi kalian yg sedang berjuang. Berjuanglah sampai kau tak mampu bangun lagi, sampai kau tak sadar bahwa kau sedang berjuang. Dan terakhir yang paling penting dalam kelancaran jalan kehidupanmu adalah cinta orang - orang yg mendampingimu.
Selasa, 04 Juli 2017
Sebab-akibat
Aku mulai sedikit berfikir tentang mengapa aku menghasilkan, melakukan, bahkan tidak melakukan apapun.
Mulai saja dengan blogger, mulai tahun 2011 aku memulai peruntungan atau lebih pada "ngentengin" pikiran lewat tulisan. Which is semua tentang curahan perasaan, when you're in trouble kemampuan menulis akan meningkat 35% lebih cepat dari biasanya.
Menurut salah satu jurnal menuliskan seorang Psikolog dari Universitas New South Wales, Keren Baikie mengemukakan bahwa ketika kita menuliskan peristiwa-peristiwa yang penuh tekanan, emosi dan bersifat traumatis, kesehatan fisik dan mental kita dapat menjadi lebih baik dibandingkan ketika kita menulis dengan topik yang netral.
Aku merupakan tipikal manusia yang tidak mudah merasa nyaman dengan seseorang atau lingkungan, mungkin faktor dalam janin merupakan faktor utama. Berdasarkan cerita ibuku, saat mengandung ia merupakan wanita karir super sibuk, mengemban tanggung jawab begitu besar dalam corporate nya, sedangkan ayahku belum diberi kesempatan bekerja saat itu, otomatis dalam kondisi mengandung ia adalah wanita yang cukup tangguh untuk mengurus rumah tangga dan pekerjaan. Sebagaimana hukum alam, kondisi ketika mengandung akan menghasilkan buah hati yg equal dengan pribadi si bayi. De tand des tijds (gigi sang waktu) menjawab, pribadi tangguh walaupun kadang leleh juga jika ada touching.
Children needs your presence more than your present. Saat lahir manusia memiliki 100 milyar sel otak yang memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. Selain nutrisi yang baik, manusia juga membutuhkan rasa aman dan cinta. Rasa aman adalah fondasi untuk mengembangkan diri, tanpa rasa aman mustahil untuk mencapai potensi diri maksimal.
Menurut dr Ashley Montague, pertumbuhan dapat berasal dari sentuhan fisik, anak yang kurang mendapat rasa cinta dapat berhenti bertumbuh, hasil sinar X adanya periode perlambatan perlambatan pertumbuhan tulang saat anak merasa kesepian.
Terlepas dari teori, kondisi ibuku saat mengandung memungkinkan kurangnya disentuh membuat pribadiku lemah saat memperoleh touching, mudah menangis misalnya.
Everything happen for a reason.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengingatkan orang tua akan pentingnya sebab-akibat, sebagai seorang dokter saya perlu riwayat pasien bahkan 5-10 tahun sebelum penyakit timbul, dan bakal orang tua memberikan pelajaran bahwa perilaku anak sekarang tidak terlepas dari sebab terdahulu bahkan saat mengandung.
Akhirnya melalui menulis saya dapat menjawab hal-hal yang menghantui perasaan saya sejak 6 atau 7 bulan ini, perasaan yang belum tuntas, rasa aman yang masih tertancap kuat dalam sel saraf.
Malam Rabu,
Saat terjaga.
Sabtu, 17 Juni 2017
Takdir Tuhan
Saya mencintai kehidupan ini, seperti saya begitu menikmati menghirup udara.
Tetapi untuk menjadi siapa dan bagaimana 5 - 10 tahun kedepan merupakan takdir Tuhan.
Besar harapan orangtua dan orang - orang sekitar di pundak saya, begitu juga saya, yang mengharapkan jalan yg ditempuh sudah benar.
Ah takdir Tuhan, begitu percayanya saya bahwa Tuhan akan memberikan hal terbaik untuk kehidupan saya. Hanya saja saat ini hidup terasa datar karena saya merasa belum berdaya untuk menjadi bermanfaat.
Melihat orang - orang dalam usia mudanya begitu khusyuk dalam doa, begitu mencitai orangtua dan sanak saudara, bermanfaat untuk sekitar dengan berbagai cara, saya iri.
Entah apa yg direncanakan Tuhan dengan background seorang calon dokter saat ini.
Sesungguhnya jika ada pilihan mengabdi, saya ingin tenggelam penuh, menikmati suasana saat mengajar, belajar bersama, bercengkrama, memberi penyuluhan, dan bersosisalisasi, aah itu nikmat, nikmat yang tidak dapat diungkapkan dengan kata - kata.
Saya berharap 5 - 10 tahun ke depan, saya memiliki wadah untuk mengabdi, sesuai background dan kemampuan saya.
Selepas sharing malam lalu, saya diingatkan oleh satu hal yang esensial bahwa manusia dapat memilih dengan cara apa ia akan menuntaskan hidup menuju Ilahi, apa yg ia sukai merupakan cara untuk ia mati.
Wallahualam bi showab
Tetapi untuk menjadi siapa dan bagaimana 5 - 10 tahun kedepan merupakan takdir Tuhan.
Besar harapan orangtua dan orang - orang sekitar di pundak saya, begitu juga saya, yang mengharapkan jalan yg ditempuh sudah benar.
Ah takdir Tuhan, begitu percayanya saya bahwa Tuhan akan memberikan hal terbaik untuk kehidupan saya. Hanya saja saat ini hidup terasa datar karena saya merasa belum berdaya untuk menjadi bermanfaat.
Melihat orang - orang dalam usia mudanya begitu khusyuk dalam doa, begitu mencitai orangtua dan sanak saudara, bermanfaat untuk sekitar dengan berbagai cara, saya iri.
Entah apa yg direncanakan Tuhan dengan background seorang calon dokter saat ini.
Sesungguhnya jika ada pilihan mengabdi, saya ingin tenggelam penuh, menikmati suasana saat mengajar, belajar bersama, bercengkrama, memberi penyuluhan, dan bersosisalisasi, aah itu nikmat, nikmat yang tidak dapat diungkapkan dengan kata - kata.
Saya berharap 5 - 10 tahun ke depan, saya memiliki wadah untuk mengabdi, sesuai background dan kemampuan saya.
Selepas sharing malam lalu, saya diingatkan oleh satu hal yang esensial bahwa manusia dapat memilih dengan cara apa ia akan menuntaskan hidup menuju Ilahi, apa yg ia sukai merupakan cara untuk ia mati.
Wallahualam bi showab
Jumat, 19 Mei 2017
Minggu, 26 Februari 2017
Yesterday
If what you have done yesterday still looks big to you, You have not done much today -Mikhail Gorbachev
Teks: Jemy V. ConfidoYesterday,
All my troubles seemed so far away,
Now it looks as though they’re here to stay,
Oh I believe in yesterday.
Suddenly,
I’m not half the man I used to be,
There’s a shadow hanging over me,
Oh yesterday, came suddenly.
Yesterday,
Love was such an easy game to play,
Now I need a place to hide away,
Oh I believe in yesterday.
Itulah penggalan salah satu lagu karya grup musik legendaris The Beattles dengan judul “Yesterday”. Lagu balada yang liriknya ditulis oleh Paul McCartney dan John Lennon ini seolah menceritakan perenungan dari seorang maestro cinta yang pernah berjaya pada masanya namun sekarang, seiring perubahan jaman, ia tak berdaya dalam permainan cinta. Kenyataan itu membuat ia ingin kembali ke era keemasannya di masa lalu dan kembali menjalin asmara dengan kekasihnya.
Masa lalu selalu menarik untuk digelitik. Baik masa lalu yang pahit maupun masa lalu yang manis. Namun sesungguhnya manis pahitnya masa lalu tergantung kepada cara kita menggunakannya untuk menghadapi masa kini dan masa depan. Ketika kita terlalu larut dalam manisnya masa lalu dan terlena untuk membuat pencapaian masa kini, maka kita sedang menjadikan masa lalu kita sebagai penghambat masa kini dan masa depan. Sebaliknya ketika kita menggunakan pahitnya masa lalu sebagai pelajaran dalam membuat pencapaian masa kini, maka kita sedang menjadikan masa lalu sebagai kunci keberhasilan masa kini dan masa depan.
Saya teringat sebuah situasi yang saya saksikan di salah satu stasiun televisi beberapa belas tahun yang lalu. Saat itu, stasiun TV tersebut tengah menayangkan serial silat “Pendekar Rajawali” dengan tokoh utamanya Yoko yang diperankan oleh Andy Lau. Saat membintangi serial tersebut, Andy Lau sendiri masih orang baru di dunia perfilman. Bahkan serial tersebut merupakan salah satu film pertamanya. Namun, baru sepuluh tahun kemudian serial tersebut ditayangkan di stasiun televisi swasta tanah air. Hebatnya, meski sudah berumur sepuluh tahun, serial “Pendekar Rajawali” tetap menuai sukses. Begitu berhasilnya tayangan tersebut, sampai-sampai jalanan menjadi sepi manakala serial tersebut mengudara.
Untuk memenuhi animo masyarakat yang begitu besar, akhirnya stasiun TV tersebut mendatangkan Andy Lau ke Indonesia. Dalam salah satu wawancara, Andy Lau mengakui bahwa sebenarnya dia sendiri sudah lupa kalau dia pernah membintangi film laga tersebut. Mengapa Andy Lau sampai lupa? Karena sejak membintangi film “Rajawali Sakti” tersebut, Andy Lau telah membintangi banyak lagi film yang berhasil. Coba kalau film “Pendekar Rajawali” tersebut merupakan satu-satunya film yang ia bintangi sepanjang karirnya, pasti Andy Lau akan ingat sekali kalau ia pernah membintangi film tersebut.
Nah, untuk bisa menciptakan pencapaian-pencapaian baru seperti Andy Lau, maka kita perlu memahami perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar kita dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan tersebut. Untuk lebih jelasnya, perkenankan saya menampilkan dua sosok atlit ternama pada masanya yaitu Mike Tyson dan Michael Jordan. Mike Tyson memegang rekor sebagai petinju termuda yang berhasil meraih gelar juara dunia tinju versi WBC. Saat meraih gelar tersebut dengan menaklukkan Trevor Berbick melalui kemenangan TKO di ronde ke-2, Tyson baru berusia 20 tahun 4 bulan dan 22 hari. Tyson juga merupakan orang pertama yang berhasil memegang gelar WBA, WBC dan IBF sekaligus.
Yang lebih fenomenal lagi adalah Mike Tyson berhasil menumbangkan para petinju besar termasuk Larry Holmes dan Michael Spink dalam pertarungan yang sangat singkat. Spink bahkan hanya bertahan 91 detik di atas ring. Namun prestasi yang fantastis tersebut berubah menjadi kisah sedih beberapa tahun kemudian. Karir Tyson mulai memperlihatkan tanda-tanda penurunan sejak ia ditumbangkan pada ronde ke-10 oleh underdog James Buster Douglas pada bulan Februari tahun 1990 di Tokyo. Setelah ia keluar dari penjara karena tuntutan pelecehan seksual, Tyson sempat meraih gelar WBC dari tangan Frank Bruno namun kemudian ia kalah TKO pada ronde 11 oleh Evander Holyfied. Dalam pertarungan ulang, Tyson didiskualifikasi karena menggigit telinga Holyfield.
Setelah dikalahkan Lennox Lewis dalam perebutan gelar WBC, IBF dan IBO pada tahun 2002, Tyson hanya mencatat satu kemenangan mudah atas petinju tidak terkenal Clifford Etienne. Setelah itu, Tyson seolah tidak berdaya dari lawan-lawannya. Di penghujung karirnya, petinju tidak popular sekelas Danny Williams dan Kevin McBride pun bisa merobohkan Tyson. Apa yang salah? Yang salah adalah Tyson tidak mengubah cara dia bertinju. Ia tetap mengandalkan kekuatan dan stamina padahal seiring bertambahnya usia, ia semakin lemah.
Sekarang marilah kita pelajari Michael Jordan. Jordan berhasil membawa Chicago Bulls meraih gelar NBA tiga kali berturut-turut pada tahun 1991, 1992, dan 1993. Pada tahun 1993 dan 1994, Jordan sempat berhenti menjadi pebasket dan mencoba mengikuti keinginan ayahnya untuk menjadi pemain baseball. Namun di ajang yang satu ini, Jordan kurang berhasil dan pada tahun 1995, Jordan kembali memperkuat Chicago Bulls. Gagal di tahun pertamanya comeback, Jordan akhirnya bisa kembali memberikan gelar juara tiga kali berturut-turut pada Bulls pada tahun 1996, 1997 dan 1998. Sepanjang karirnya, Jordan berhasil meraih lima gelar Most Valuable Player (MVP).
Pada tahun 1999, Jordan dianugerahi gelar North American Athlete of the 20th Century oleh ESPN. Apa yang dilakukan Jordan? Dia mengubah caranya bermain. Sebelum sempat mundur dari arena basket, kelebihan Jordan adalah menerobos pertahanan lawan dengan lompatannya yang tinggi sehingga orang menjulukinya “air Jordan”. Namun seiring bertambahnya usia, kecepatan Jordan menurun dan ia lebih mudah dihadang oleh lawan-lawannya. Menyadari hal tersebut, Jordan mengubah cara dia bermain dengan lebih mengandalkan three-points shoot alias lemparan tiga angka.
Selain tembakan tiga angka lebih banyak menuai point, stamina Jordan pun tidak cepat terkuras dan ia juga tidak menghadapi resiko cedera. Dibandingkan dengan Tyson, kehidupan Jordan setelah karirnya sebagai atlet juga jauh lebih bersinar. Jordan menjadi pengusaha yang sukses dan bisa membeli klub basket Charlotte Bobcats. Sebaliknya, Tyson dinyatakan bangkrut.
Menghadapi semua perubahan yang terjadi di sekitar Anda, Anda memiliki dua pilihan yaitu mengubah cara Anda menghadapi lingkungan Anda atau mempertahankan cara yang pernah membawa Anda berhasil sebelumnya. Tentunya, Anda tidak mau berdiam diri dan hanya menyanyikan lagu “Yesterday” karya popular dari the Beatles yang memang enak untuk dinyanyikan tetapi sangat tidak enak untuk dialami.
Kamis, 09 Februari 2017
KANGEN
Untuk adik-adikku yang selalu ku rindukan,
Apa kabar dik ?
Semoga pendidikan selalu menyentuh setiap kehidupan kalian.
Kehidupan keras telah kalian tempuh, menempa tubuh mungil yang mungkin belum sepenuhnya siap menerima.
Namun, hanya ada ketabahan.
Kadang tangis sewajarnya.
Semoga kalian menjadi laki-laki tangguh dan bertanggung jawab.
Semoga hari-hari kalian selalu dirundung oleh kasih.
Terima kasih sudah memberi banyak pelajaran dalam hidup.
Terima kasih sudah mau dan mampu berubah lebih baik.
Kalianlah harapan-harapan mas dan mb.
Maafkan belum sempat menepati janji,
Tapi suatu saat kalau mb sudah siap, kita belajar lagi ya.
Maaf belum bisa berbuat banyak,
semoga kalian belajar lagi dari apa yang sudah kita pelajari bersama.
Yang rajin ya dek,
Jangan putus asa.
Kalianlah cahaya.
-Val-
Apa kabar dik ?
Semoga pendidikan selalu menyentuh setiap kehidupan kalian.
Kehidupan keras telah kalian tempuh, menempa tubuh mungil yang mungkin belum sepenuhnya siap menerima.
Namun, hanya ada ketabahan.
Kadang tangis sewajarnya.
Semoga kalian menjadi laki-laki tangguh dan bertanggung jawab.
Semoga hari-hari kalian selalu dirundung oleh kasih.
Terima kasih sudah memberi banyak pelajaran dalam hidup.
Terima kasih sudah mau dan mampu berubah lebih baik.
Kalianlah harapan-harapan mas dan mb.
Maafkan belum sempat menepati janji,
Tapi suatu saat kalau mb sudah siap, kita belajar lagi ya.
Maaf belum bisa berbuat banyak,
semoga kalian belajar lagi dari apa yang sudah kita pelajari bersama.
Yang rajin ya dek,
Jangan putus asa.
Kalianlah cahaya.
-Val-
WAKTU
Waktu, kami semua berpacu dengan waktu.
Kadang ia lah pemicu adrenalin untuk meraih harapan dan semua mimpi.
Suatu kali, ia juga sebagai penyembuh segala lara dan tinta hitam masa lalu.
Sebuah pernyataan bahwa, kamu hanya butuh waktu nak sebagai obat ; atau dengan waktu lah kamu dapat perlahan lebih baik.
Saat ini hanya waktu yang dapat jadi jalan keluar bagi segala nestapa.
Bagi segala hal yang telah hilang dan kau berikan secara cuma-cuma pada orang yang salah.
Pada waktu yang telah berlalu, aku memohon maaf melakukan kesalahan.
Pada waktu yang kuinjak kini, ku berproses menjadi manusia seutuhnya.
Pada waktu yang akan datang, ku titipkan harapan-harapan baik yang akan terjadi.
Namun, tiada kiranya kata pemborosan terhadap waktu bagi orang-orang yang mencari hakekat kasih. Bahwa di dalam kasih, tumbuh di sana perdamaian dan bukan juga cuma pertikaian, melainkan berbaur keduanya dalam suatu kesepadanan padu.
Kadang ia lah pemicu adrenalin untuk meraih harapan dan semua mimpi.
Suatu kali, ia juga sebagai penyembuh segala lara dan tinta hitam masa lalu.
Sebuah pernyataan bahwa, kamu hanya butuh waktu nak sebagai obat ; atau dengan waktu lah kamu dapat perlahan lebih baik.
Saat ini hanya waktu yang dapat jadi jalan keluar bagi segala nestapa.
Bagi segala hal yang telah hilang dan kau berikan secara cuma-cuma pada orang yang salah.
Pada waktu yang telah berlalu, aku memohon maaf melakukan kesalahan.
Pada waktu yang kuinjak kini, ku berproses menjadi manusia seutuhnya.
Pada waktu yang akan datang, ku titipkan harapan-harapan baik yang akan terjadi.
Namun, tiada kiranya kata pemborosan terhadap waktu bagi orang-orang yang mencari hakekat kasih. Bahwa di dalam kasih, tumbuh di sana perdamaian dan bukan juga cuma pertikaian, melainkan berbaur keduanya dalam suatu kesepadanan padu.
Langganan:
Komentar (Atom)
