Je me souviens

Senin, 23 Mei 2016

Diatas nama kepentingan

Ayo ditata lagi niatnya yaa.
Sebelumnya, mungkin saya tidak tertarik mengomentari panjang tentang opini seseorang karna semua individu memiliki sudut pandangnya tersendiri, tapi ini beda.
Seorang mahasiswa tingkat akhir ditanya junior , " niatmu apa lho jadi dokter?"
"Yaa prestige"
Mas senior tolong yaa, ratusan bahkan ribuan orang rela melakukan apa saja demi duduk di posisimu saat ini, tenaga iya, waktu panjang, pikiran, bahkan ratusan juta dikeluarkan hanya untuk hal yang kamu anggap hanya "prestige".
Sekali lagi, yg berada pada tanggungjawab besarmu itu nyawa, tidak akan pernah kembali jika salahmu fatal, okay toleransi kalo ga mati ya resisten, sama aja kan mati perlahan.
Nanti, setelah kamu mendapatkan apa itu "prestige" , "pujian" , lalu apa lagi?
Tolong ditata lagi niatnya siapapun diluar sana yg mengatas namakan nyawa pasien diatas kepentingan anda.
Berselimut jas putih untuk masyarakat tidak berarti apa2, karena sejatinya sumpah profesi adalah bentuk pengabdian dan legalitasmu pada rakyat.