Je me souviens

Kamis, 31 Desember 2015

Firework

Thousands firework like a boom to me right now.
Never be the same after all.
I just couldn't accepted that darkness catching me over and over again.
Bring your brightness to this little beast fairy and make it happens.
I wish it will be giving a something like medicine to compromise and take it off.

Rabu, 30 Desember 2015

Sinkronitas

Dua puluh satu tahun bukan masa yang singkat. Berusaha memahami dan mendoakan walau tak sejalan. Berusaha mengerti dan menjalani walau tak sampai lari. Tak kunjung ada secerca harapan sebagai bentuk penantian. Namun, gejolak pertikaian terus membayangi. Menanti.

Tak heran jika pertanyaan yang paling sering diajukan hati adalah: kapan semua penantian berkesudahan? Semuanya terlalu abu-abu bagai misteri

Nasib embrio ditentukan oleh pasangan sejati. Dua puluh tahun seolah dibekukan dalam laboratorium maki. Ia mulai dihangatkan kembali pada bulan Juli 2013 dengan derasnya ilmu pengetahuan duniawi. Dari laboratorium beku yang menusuk sendi, bakal bayi pindah ke sebuah tempat empuk berlapis arteri.
Saling berkoordinasi membentuk chemistry. Keduanya bagai sinkronisasi materi.

Selamat menjadi :

Kamis, 10 Desember 2015

Seperti air

seperti air, ia mengalir.

seperti air, ia mendidih dan akhirnya bersuara
namun tetap membiarkan api memburainya sebelum akhirnya tiada bersama udara.

seperti air, ia memberi kesempatan dirinya sendiri untuk mengembun dan terlahir kembali. jauh lebih murni.

dan seperti air, kadang dialah yang ternoda saat proses memurnikan.

namun tidak apa apa,
pada akhirnya air akan terlatih untuk selalu kembali jernih.

Sandiwara Pelangi #2

Detik terus berlalu,
Dingin malam terus menusuk
Layar telefon genggam bergantung hello kitty itupun akhirnya berdering, menunjukkan dirinya yang masih bisa berbuat sesuatu
Titik kegelisahan lambat laun bergejolak sembari diiringi sedikit rasa kesal mendengar suara seseorang berdenting yang tanpa sadar kujadikan nada dering

Dalam gelap mengutuk diri, "betapa bodohnya aku ini membuka luka lama, tidak sadarkah kau Rena ?" gumamku .
"Kau tau pasti jika tak siap kau akan terluka" lagi-lagi terlintas begitu saja dipikiranku.

Muncul list nama "bastien". Dongkol sekali rasanya dengan pria satu ini, Sebastien Giray. Pria berperawakan tinggi sedikit bule,  bermata meneduhkan, dan dia berjanji akan menjemputku di bandara sepulang dari Riau, dua hari yang lalu. Hampir setengah hari aku menunggunya, biasanya tak pernah begini, aku tak terlalu suka keramaian, diapun sangat memahami itu.
Tapi, perilakunya hari itu sangat menyebalkan dan memaksaku duduk di salah satu Coffeeshop berjam-jam tanpa kabar.