Je me souviens

Senin, 08 Januari 2018

Satu tahun

Genap setahun setelah hari itu,
Ah kenapa ingatan dan rasa tentang kamu masih hinggap, I never though it will be so hard to let you go, to see you with ur girl.
I just try, I try but in fact I can't.
I try to keep busy, but it just a while.
I feel not ordinary, all I do it's because of you, to see your reaction, to makes you back. I'm sorry.
People see I'm too realaxed with this condition, no one I belating for, but inside healing process do his work.
Berterima kasih untuk mu yg sudah berkali lipat menjadikanku lebih rasional dari sebelumnya.

Selasa, 28 November 2017

Berencana

Manusia,
Tempatnya salah, tempatnya lalai, dan khilaf.
Manusia,
Berambisi, karenanya lah manusia memiliki nafsu. Manusia punya tujuan diri masing-masing ketika dilahirkan di dunia.
Manusia,
Dirancang sedemikian rupa oleh Tuhan untuk bertahan. Bayangkan saja, berbagai regulasi hormon pengatur dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Setelah subuh, hormon kortisol mulai naik, menandai tubuh manusia to take "fight or flight". Regulasi makan dan puasa pun diatur, bahkan untuk mempersiapkan tubuh dalam kondisi puasa dan terlelap.
Sungguh luar biasa.
Terlalu munafik jika manusia tidak memanfaatkan seluruh waktu dan tenaga menelusuri jejak kebaikan. Masalah merupakan bagian kecil dari kehidupan untuk menguji seberapa besar kesiapan rancangan Tuhan ini. Rasanya tidak ada rancangan lain di dunia se sempurna, manusia.
Ketika masalah dan solusi direncanakan, sayangnya rencana akan jd sebuah rencana jika tanpa restu gusti.

Jumat, 24 November 2017

Menulis

Menulis...
Menulis adalah suatu kegiatan invasive tapi terapeutik.
Tak menulis, kau hilang.
Tak menulis, kau tak akan dikenang.
Tak menulis, kau tak memberi goresan pada kehidupan selanjutnya.
Menulis turut memberi andil referensi untuk bertindak tanduk kedepan.
Aku sendiri sudah lama tak menulis,
Dan malam ini kehilangan pasien tiba2 dalam SVT aku belum siap. Satu-satunya jalan terapi bagiku adalah menulis.

Kamis, 31 Agustus 2017

Kesuksesan

Apa arti kesuksesan?
Banyak definisi sukses menurut sebagian besar orang, mapan dalam arti pekerjaan tetap kah? Jadi PNS kah? Atau pegawai BUMN? Gaji bulanan ditambah tunjangan remonisasi? Atau memiliki pencapaian atas cita-cita kah? Atau justru kesuksesan dikaitkan dengan kebahagiaan dan ketenangan hati?
Beragam memang dan itu bukan sesuatu yang salah. Setiap orang berhak mendefinisikan kesuksesannya masing - masing.
Sering sekali melihat sosok inspiratif menjadikan saya belajar mengenai arti sederhana kesuksesan yang pasti tidaklah mudah, tidaklah sesederhana pemikiran, terkadang hanya melihat hasil dari pencapaian seseorang, namun jauh dibalik itu semua pasti ada jalan berliku, kesusahan, tangis, peluh, doa, caci maki, diremehkan, dan doa orang - orang yg dicintai.
Ada sosok Erik Soekamti, vocalist dari band bergenre rock. Masa lalu nya sebagai siswa salah satu sekolah kejuruan musik tidak tamat. Kecintaan Erik dalam hal bermusik menjadikannya musisi didalam band besar Endank Soekamti, selama 16 tahun berkiprah di dunia hiburan menjadikan ia sadar banyak sekali orang - orang dibelakangnya. Berlatar belakang pendidikan dan orang banyak di sekeliling nya, Erik tergugah membuat terobosan. DOES UNIVERSITY atau Diary of Erix Soekamti adalah sebuah program di kanal Youtube mengenai keseharian, kegiatan, dan pemikiran  Erix Soekamti.
Mempunyai fan based yang besar, membuat lelaki yang satu ini memutar otak bagaimana caranya dapat mewujudkan mimpi anak-anak muda berbakat diluar sana melalui sekolah animasi gratis.
 “Sekolah yang ngajarin (apa) yang kamu suka, Yang kamu suka (kemudian) menjadi sebuah profesi,” ujar Erix dalam salah satu diarinya.
“Target (DOES University) dalam waktu 4 bulan belajar, dia (peserta didik) harus menjadi professional dan punya karya. Lalu bulan kelima harus sudah mulai bekerja,” tambah Erix.
Tak hanya bertujuan mulia, menurut Erix, DOES University merupakan ‘dendam pribadi’ yang ingin ia lakukan.
“Dulu waktu SMA aku ambil Sekolah Kejuruan Musik karena dulu suka sekali bass. Saat dites, disarankan guru lain untuk serius di alat musik lain. Guru itu lupa menanyakan aku suka atau gak,” ungkap Erix.
“Jadinya aku seperti menipu diri sendiri. Belajar dua tahun tanpa alat musik yang tidak disuka jadinya mentok. Akhirnya aku berhenti sekolah. Bukan berontak terhadap sekolah, tapi aku ingin tekuni bakatku,” tambah Erix.
Ia percaya bahwa apa yang diperjuangkannya untuk menjadi seorang bassis itu tidak salah, karena sampai sekarang Erix hidup dari profesinya sebagai bassis di Endank Soekamti.
Oleh karena itu, ia bercita-cita ingin punya sekolah yang siswanya bebas belajar apa saja yang mereka inginkan.
Komunitas menjadi modal dasar bagi DOES University untuk berjalan. Menurut Erix, jika tidak ada Kamtis Family, ia mungkin akan kebingungan untuk menjual produk kreatif DOES University.
Sosok inspiratif lainnya Pak Dimin, seorang atlet bla bla yang kini menjadi pelatih renang kaum difabel. Melatih renang untuk orang-orang berkebutuhan khusus adalah bentuk pengabdian pada sesama dan negara. Melalui olahraga ini, kaum difabel yang tadinya hidup terpinggirkan dapat memperoleh penghargaan, bahkan mengukir prestasi di berbagai kejuaraan dunia.
Bagi Dimin BA (73), melatih renang untuk orang-orang berkebutuhan khusus adalah bentuk pengabdian pada sesama dan negara. Melalui olahraga ini, kaum difabel yang tadinya hidup terpinggirkan dapat memperoleh penghargaan, bahkan mengukir prestasi di berbagai kejuaraan dunia.
Dimin adalah pelatih renang di kolam Tirtomoyo, Jebres, Solo. Sejak 2004, Komite Paralimpik Nasional (NPC) menunjuk dia sebagai pelatih renang atlet dengan kebutuhan khusus. "Rasanya bahagia membantu orang lain sukses," ujar Dimin seusai menerima penghargaan dan bonus dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Jakarta, awal Juni lalu.
Dimin sukses membawa para perenang Indonesia mengumpulkan 17 medali emas, 17 perak, dan 16 perunggu pada kegiatan multicabang ASEAN Para Games Singapura 2015.
Setahun sebelumnya, juga di bawah bimbingan Dimin, renang bahkan menjadi lumbung prestasi tim "Merah Putih" dengan menyabet 36 emas, 16 perak, dan 12 perunggu. Saat itu Indonesia menjadi juara umum ASEAN Para Games Naypyidaw 2014.
Melihat dan mendengar berbagai hal yang mereka lakukan membuat hati bergetar, selama 22 hampir 23 tahun ini apa yg sudah saya lakukan, apa yg sudah saya perjuangkan, untuk siapa, diri sendirikah atau untuk kemaslahatan banyak orang kah. Saya malu. Rasanya gelar berderet tapi belum bisa banyak bermanfaat.
Merinding bukan dengar kisah - kisah luar biasa sosok inspiratif ini? Dosen saya, dr Agus Ali Fauzi spesialis paliatif selalu mengatakan kejarlah kebahagiaan nuranimu, tolonglah sesamamu, belajarlah dari mereka, maka materi akan mengikuti dan kebahagiaan hatimu akan kekal.
Jadi, sukses menurut pemahamanku kembali pada tujuan hidup yaitu حَبْلٌ مِّنَ اللهِ (hablum minallah) dan   حَبْلٌمِّنَالنَّاسِ (hablum minannas), beribadah kepada Allah dan Rasul, serta bermanfaat untuk orang lain. Lalu apa sukses menurut definisi mu? 

Rabu, 30 Agustus 2017

Lika liku Sarjana Kedokteran

Rasanya sudah lama sekali tak bersua dengan alam bawah sadar dan kemampuan mengingat, melalui sebuah tulisan sebenarnya sebuah terapi untuk menjernihkan kuota otak yg overload, juga sebagai marketing branding untuk diri se diri atas pencapaian hidup.
Perjalanan,
Setiap manusia memiliki jalan ceritanya masing-masing.
Tuhan  menitipkan insan pada rahim seorang ibu dan ayah tuk dibina dan diasuh serta dikasihi sampai pada waktunya individu lepas dari induk semangnya.
Hampir satu bulan ini aku tidak hadir di operasi hysterectomy mama, untuk suatu kesibukan selama dua minggu.
Hanya sempat pulang selama dua hari untuk persiapan keberangkatan korea,
Setelah dari sana full tersita waktu untuk mengejar yudisium.
Ah yaa aku menuntut ilmu disebuah Universitas negeri di Surabaya, ku kira aku orang yg beruntung bisa mengenyam pendidikan  disana sebagai seorang calon dokter, karena aku bukanlah seseorang superior sewaktu Sma. Biasa saja, seperti kehidupan normal lainnya, hanya kesibukan hobby seperti voli disamping sekolah formal.
Setiap orang normalnya memiliki mimpi dan untuk itu aku mempersiapkan ya sedari duduk di bangku kelas 11. Mulai dari perlakuan gigi, kulit, sampai aktifitas fisik berat di sasana gym.
Pada titik itu aku seperti tidak punya hari, jadwal sekolah jam 7 am - 3 pm, pulang persiapan, pukul 5 pm - 6.15 gym, pulang, persiapan les 7 pm -  9 pm. Semua kujalani untuk persiapan ujian nasional dan demi pendaftaran akademi kepolisian.
Entah apa yg membawa takdir sampai diterima di dunia medis, tapi akhirnya ini kujalani selama 4 tahun dengan segala lika liku, pernah mengalami kegagalan, ujian mata kuliah yg sama sampai 9x, hutang waktu tidur, sampai tidak terhitung lagi tangis yg sudah di tuangkan.
Hari ini aku dikukuhkan sebagai dokter muda untuk melayani masyarakat, jalan itu pun tak mudah.
Kawan, hidup ini diluar ekspektasimu, pesan moral yg sampai detik ini tertancap di kepalaku mengatakan serapi - rapi nya kau mempersiapkan dirimu, tetap saja semua atas doa orang tua dan ridho Allah.
Sebaik - baiknya ku mempersiapkan diri untuk melayani masyarakat di bidang hukum, ternyata aku ditempatkan pada posisi yang tidak jauh dari tujuan utamaku. Sebaik - baiknya aku mempersiapkan  diri untuk yudisium ternyata ada saja yg tidak pas sehingga harus ikut yudisium susulan.
Maka, bagi kalian yg sedang berjuang. Berjuanglah sampai kau tak mampu bangun lagi, sampai kau tak sadar bahwa kau sedang berjuang. Dan terakhir yang paling penting dalam kelancaran jalan kehidupanmu adalah cinta orang - orang yg mendampingimu.


Selasa, 04 Juli 2017

Sebab-akibat

Aku mulai sedikit berfikir tentang mengapa aku menghasilkan, melakukan, bahkan tidak melakukan apapun.

Mulai saja dengan blogger, mulai tahun 2011 aku memulai peruntungan atau lebih pada "ngentengin" pikiran lewat tulisan. Which is semua tentang curahan perasaan, when you're in trouble kemampuan menulis akan meningkat 35% lebih cepat dari biasanya.
Menurut salah satu jurnal menuliskan seorang Psikolog dari Universitas New South Wales, Keren Baikie mengemukakan bahwa ketika kita menuliskan peristiwa-peristiwa yang penuh tekanan, emosi dan bersifat traumatis, kesehatan fisik dan mental kita dapat menjadi lebih baik dibandingkan ketika kita menulis dengan topik yang netral. 

Aku merupakan tipikal manusia yang tidak mudah merasa nyaman dengan seseorang atau lingkungan, mungkin faktor dalam janin merupakan faktor utama. Berdasarkan cerita ibuku, saat mengandung ia merupakan wanita karir super sibuk, mengemban tanggung jawab begitu besar dalam corporate nya, sedangkan ayahku belum diberi kesempatan bekerja saat itu, otomatis dalam kondisi mengandung ia adalah wanita yang cukup tangguh untuk mengurus rumah tangga dan pekerjaan. Sebagaimana hukum alam, kondisi ketika mengandung akan menghasilkan buah hati yg equal dengan pribadi si bayi. De tand des tijds (gigi sang waktu) menjawab, pribadi tangguh walaupun kadang leleh juga jika ada touching. 
Children needs your presence more than your present. Saat lahir manusia memiliki 100 milyar sel otak yang memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. Selain nutrisi yang baik, manusia juga membutuhkan rasa aman dan cinta. Rasa aman adalah fondasi untuk mengembangkan diri, tanpa rasa aman mustahil untuk mencapai potensi diri maksimal.
Menurut dr Ashley Montague, pertumbuhan dapat berasal dari sentuhan fisik, anak yang kurang mendapat rasa cinta dapat berhenti bertumbuh, hasil sinar X adanya periode perlambatan perlambatan pertumbuhan tulang saat anak merasa kesepian.
Terlepas dari teori, kondisi ibuku saat mengandung memungkinkan kurangnya disentuh membuat pribadiku lemah saat memperoleh touching, mudah menangis misalnya.

Everything happen for a reason.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengingatkan orang tua akan pentingnya sebab-akibat, sebagai seorang dokter saya perlu riwayat pasien bahkan 5-10 tahun sebelum penyakit timbul, dan bakal orang tua memberikan pelajaran bahwa perilaku anak sekarang tidak terlepas dari sebab terdahulu bahkan saat mengandung.

Akhirnya melalui menulis saya dapat menjawab hal-hal yang menghantui perasaan saya sejak 6 atau 7 bulan ini, perasaan yang belum tuntas, rasa aman yang masih tertancap kuat dalam sel saraf. 

Malam Rabu,
Saat terjaga.

Sabtu, 17 Juni 2017

Takdir Tuhan

Saya mencintai kehidupan ini, seperti saya begitu menikmati menghirup udara.
Tetapi untuk menjadi siapa dan bagaimana 5 - 10 tahun kedepan merupakan takdir Tuhan.
Besar harapan orangtua dan orang - orang sekitar di pundak saya, begitu juga saya, yang mengharapkan jalan yg ditempuh sudah benar.
Ah takdir Tuhan, begitu percayanya saya bahwa Tuhan akan memberikan hal terbaik untuk kehidupan saya. Hanya saja saat ini hidup terasa datar karena saya merasa belum berdaya untuk menjadi bermanfaat.
Melihat orang - orang dalam usia mudanya begitu khusyuk dalam doa, begitu mencitai orangtua dan sanak saudara, bermanfaat untuk sekitar dengan berbagai cara, saya iri.
Entah apa yg direncanakan Tuhan dengan background seorang calon dokter saat ini.
Sesungguhnya jika ada pilihan mengabdi, saya ingin tenggelam penuh, menikmati suasana saat mengajar, belajar bersama, bercengkrama, memberi penyuluhan, dan bersosisalisasi, aah itu nikmat, nikmat yang tidak dapat diungkapkan dengan kata - kata.
Saya berharap 5 - 10 tahun ke depan, saya memiliki wadah untuk mengabdi, sesuai background dan kemampuan saya.
Selepas sharing malam lalu, saya diingatkan oleh satu hal yang esensial bahwa manusia dapat memilih dengan cara apa ia akan menuntaskan hidup menuju Ilahi, apa yg ia sukai merupakan cara untuk ia mati.
Wallahualam bi showab