Je me souviens

Jumat, 18 September 2015

Pemilik Hati Segera Singgah dan Menetap

Sejak masa sekolah sekitar tiga tahun yang lalu aku menaruh kepercayaan tinggi pada seseorang. Akhirnya kami berusaha saling mendukung, juga saling mengandalkan dan diandalkan. 
Takdir akhir sekolah kami berbeda memang, kami bersama meniti perjalanan masing-masing yang dipisahkan oleh jarak juga waktu.

Dua bulan adalah waktu yang terasa sangat lama bagiku dalam penantian tanpa suara dan teks pesan, yang ada hanyalah harapan bahwa dia akan baik-baik saja dalam pekerjaannya. 


Satu waktu, menjelang salat isya' tepat di meja makan bersama keluarga, aku mendapat suara darinya setelah dua bulan tanpa jejak. Sontak kerinduan pecah tak terbendung dalam saluran telefon. 


Setelah enam bulan lamanya, ia kembali. Yaa benar-benar kembali dalam arti harfiah. Tidak ada hal yang paling indah selain hitam kereta api kulit abang saat itu.


Raga yang bukan hak akan sepenuhnya kembali pada diri sendiri. Berpisah hal paling baik dilakukan. 


Setelah dua tahun berlalu. Rasa belum juga hilang walaupun kadang pangeran lain kerajaan singgah.

Bahkan sampai malam ini , ya malam ini ketika ia datang bersilaturahmi, belum ada yg berubah masih sama seperti tiga tahun yang lalu.
Tiga tahun di meja resto dengan lilin wajar dan tak lupa bunga cantik dominan putih. 
Tapi aku yakin, pemilik hati mengijinkan yang lain singgah dan menetap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar