Saya mencintai kehidupan ini, seperti saya begitu menikmati menghirup udara.
Tetapi untuk menjadi siapa dan bagaimana 5 - 10 tahun kedepan merupakan takdir Tuhan.
Besar harapan orangtua dan orang - orang sekitar di pundak saya, begitu juga saya, yang mengharapkan jalan yg ditempuh sudah benar.
Ah takdir Tuhan, begitu percayanya saya bahwa Tuhan akan memberikan hal terbaik untuk kehidupan saya. Hanya saja saat ini hidup terasa datar karena saya merasa belum berdaya untuk menjadi bermanfaat.
Melihat orang - orang dalam usia mudanya begitu khusyuk dalam doa, begitu mencitai orangtua dan sanak saudara, bermanfaat untuk sekitar dengan berbagai cara, saya iri.
Entah apa yg direncanakan Tuhan dengan background seorang calon dokter saat ini.
Sesungguhnya jika ada pilihan mengabdi, saya ingin tenggelam penuh, menikmati suasana saat mengajar, belajar bersama, bercengkrama, memberi penyuluhan, dan bersosisalisasi, aah itu nikmat, nikmat yang tidak dapat diungkapkan dengan kata - kata.
Saya berharap 5 - 10 tahun ke depan, saya memiliki wadah untuk mengabdi, sesuai background dan kemampuan saya.
Selepas sharing malam lalu, saya diingatkan oleh satu hal yang esensial bahwa manusia dapat memilih dengan cara apa ia akan menuntaskan hidup menuju Ilahi, apa yg ia sukai merupakan cara untuk ia mati.
Wallahualam bi showab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar