Je me souviens

Rabu, 30 Agustus 2017

Lika liku Sarjana Kedokteran

Rasanya sudah lama sekali tak bersua dengan alam bawah sadar dan kemampuan mengingat, melalui sebuah tulisan sebenarnya sebuah terapi untuk menjernihkan kuota otak yg overload, juga sebagai marketing branding untuk diri se diri atas pencapaian hidup.
Perjalanan,
Setiap manusia memiliki jalan ceritanya masing-masing.
Tuhan  menitipkan insan pada rahim seorang ibu dan ayah tuk dibina dan diasuh serta dikasihi sampai pada waktunya individu lepas dari induk semangnya.
Hampir satu bulan ini aku tidak hadir di operasi hysterectomy mama, untuk suatu kesibukan selama dua minggu.
Hanya sempat pulang selama dua hari untuk persiapan keberangkatan korea,
Setelah dari sana full tersita waktu untuk mengejar yudisium.
Ah yaa aku menuntut ilmu disebuah Universitas negeri di Surabaya, ku kira aku orang yg beruntung bisa mengenyam pendidikan  disana sebagai seorang calon dokter, karena aku bukanlah seseorang superior sewaktu Sma. Biasa saja, seperti kehidupan normal lainnya, hanya kesibukan hobby seperti voli disamping sekolah formal.
Setiap orang normalnya memiliki mimpi dan untuk itu aku mempersiapkan ya sedari duduk di bangku kelas 11. Mulai dari perlakuan gigi, kulit, sampai aktifitas fisik berat di sasana gym.
Pada titik itu aku seperti tidak punya hari, jadwal sekolah jam 7 am - 3 pm, pulang persiapan, pukul 5 pm - 6.15 gym, pulang, persiapan les 7 pm -  9 pm. Semua kujalani untuk persiapan ujian nasional dan demi pendaftaran akademi kepolisian.
Entah apa yg membawa takdir sampai diterima di dunia medis, tapi akhirnya ini kujalani selama 4 tahun dengan segala lika liku, pernah mengalami kegagalan, ujian mata kuliah yg sama sampai 9x, hutang waktu tidur, sampai tidak terhitung lagi tangis yg sudah di tuangkan.
Hari ini aku dikukuhkan sebagai dokter muda untuk melayani masyarakat, jalan itu pun tak mudah.
Kawan, hidup ini diluar ekspektasimu, pesan moral yg sampai detik ini tertancap di kepalaku mengatakan serapi - rapi nya kau mempersiapkan dirimu, tetap saja semua atas doa orang tua dan ridho Allah.
Sebaik - baiknya ku mempersiapkan diri untuk melayani masyarakat di bidang hukum, ternyata aku ditempatkan pada posisi yang tidak jauh dari tujuan utamaku. Sebaik - baiknya aku mempersiapkan  diri untuk yudisium ternyata ada saja yg tidak pas sehingga harus ikut yudisium susulan.
Maka, bagi kalian yg sedang berjuang. Berjuanglah sampai kau tak mampu bangun lagi, sampai kau tak sadar bahwa kau sedang berjuang. Dan terakhir yang paling penting dalam kelancaran jalan kehidupanmu adalah cinta orang - orang yg mendampingimu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar