Je me souviens

Kamis, 10 Desember 2015

Sandiwara Pelangi #2

Detik terus berlalu,
Dingin malam terus menusuk
Layar telefon genggam bergantung hello kitty itupun akhirnya berdering, menunjukkan dirinya yang masih bisa berbuat sesuatu
Titik kegelisahan lambat laun bergejolak sembari diiringi sedikit rasa kesal mendengar suara seseorang berdenting yang tanpa sadar kujadikan nada dering

Dalam gelap mengutuk diri, "betapa bodohnya aku ini membuka luka lama, tidak sadarkah kau Rena ?" gumamku .
"Kau tau pasti jika tak siap kau akan terluka" lagi-lagi terlintas begitu saja dipikiranku.

Muncul list nama "bastien". Dongkol sekali rasanya dengan pria satu ini, Sebastien Giray. Pria berperawakan tinggi sedikit bule,  bermata meneduhkan, dan dia berjanji akan menjemputku di bandara sepulang dari Riau, dua hari yang lalu. Hampir setengah hari aku menunggunya, biasanya tak pernah begini, aku tak terlalu suka keramaian, diapun sangat memahami itu.
Tapi, perilakunya hari itu sangat menyebalkan dan memaksaku duduk di salah satu Coffeeshop berjam-jam tanpa kabar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar